Rabu, 30 Juli 2014
Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
SI TINGGI YANG LANGSUNG DIUJI
 
25 Mei 2012


(Jakarta – haltebus.com) Dua pintu bagasi bus berkelir hijau khas yang tengah parkir di garasi Klender terbuka di sisi kirinya. Sabtu (19/5) siang, bus bernomor pintu 274 milik PT. Antar Lintas Sumatera itu tengah dipersiapkan keberangkatannya menuju Medan. Perusahaan bus yang berbasis di Medan ini baru saja mengambil tiga unit, bus model Euroliner buatan Karoseri Rahayu Santosa, Bogor, Jawa Barat.

Sepintas jika kita melihat keseluruhan badan bus, terlihat proporsional, seperti kebanyakan produk karoseri yang kerap dikenal dengan singkatan RS ini. Bodi yang proporsional yang dimaksud terletak pada perbandingan antara titik tengah bus ke atas, yakni antara lambung atas dengan kaca. Namun, sayangnya sejak diluncurkan pertama kali, desain Euroliner lebih menitik-beratkan pada kaca yang lebih lebar dibandingkan lambung atas badan bus.

Yang menjadi pertanyaan, kok bus milik PT. ALS bisa proporsional? Rahasianya terlihat jika bus disejajarkan dengan bus-bus model Euroliner lainnya. Pasti terlihat lebih tinggi. Tiga unit bus Mercedes-Benz OH-1526 milik PT. ALS yang diambil pada Jumat (18/5) malam adalah varian baru dari Euroliner, yakni bus berbadan tinggi yang lebih dikenal dengan sebutan semi-highdeck. Karena itu, Euroliner yang satu ini diberi label SHD



PT. ALS ini memang salah satu pelanggan setia Karoseri RS. Karena itu, untuk tiga unit Euroliner yang mereka buat berbeda dari Euroliner yang sudah dirilis sejak Desember tahun lalu. Perusahaan bus ini sengaja dipilih sebagai pengguna pertama bus berbadan tinggi karena melayani rute di lintas Sumatera. “Rute jalan (Sumatera) yang menantang, kecepatan kendaraan yang tinggi, dan kendaraan selalu full load (barang) cocok untuk sarana ujicoba konstruksi yang tangguh,” kata Product Manager Karoseri Rahayu Santosa, Gunadi Abdullah kepada haltebus.com.

Untuk model tinggi yang digunakan di jalan lintas Sumatera, Karoseri RS membuat konstruksi khusus. Lantai bus yang ditinggikan 15 cm mengharuskan rancang-bangun diperkuat. Cross-member yang terletak di bagian belakang bus terlihat lebih tinggi, dengan bilah-bilah besi yang diperkuat. “Perubahan cross-member merupakan salah satu kunci utama agar titik center of gravity tidak mengalami pergeseran, sehingga body tidak limbung tetapi ringan dan stabil,” ujar Gunadi.

Tak hanya itu, Gunadi menjelaskan, untuk memperkuat rancang bangunnya mereka menambahkan beberapa bilah besi di bagian bawah. Empat titik besi menghubungkan sisi kiri-kanan badan bus di bawah chassis berfungsi sebagai stabillizer atau penyeimbang. Saat berjalan, terutama di jalan berkelok-kelok, bilah-bilah besi berfungsi sebagai penyalur gaya. Stabillizer ini sudah menjadi standar semua produk RS.

Dengan desain konstruksi yang lebih tinggi, Euroliner milik PT. ALS juga diklaim memuat barang lebih banyak pada bagasinya. Ruang bagasi memang terlihat lapang. Menurut Gunadi, hal ini dimungkikan karena meski berbadan tinggi ground-clearance bus yang dibuat tim desainer RS tetap, tidak berubah. “Ini untuk mencapai kestabilan konstruksi dengan daya angkut maksimal,” ujar dia.

Kapasitas bagasi yang lebih besar, diakui Indra Loebis PT. ALS sangat mereka butuhkan. Menurut dia, bus-bus berbadan tinggi itu diproyeksikan untuk rute Medan-Toba-Bukittinggi yang ramai dikunjungi wisatawan. “Biar bus kami tak memuat barang lagi di atas, barang dan bagasi penumpang semua di dalam (tertutup),” kata dia.

Indra mengungkapkan, pihaknya tertarik menggunakan Euroliner karena desain bus karoseri RS yang satu ini berbeda. Konstruksi baru yang dirancang, kata dia, membuat bus terlihat lebih tinggi dan elegan. Apalagi dua dari tiga bus yang dipesan PT. ALS berkelas super eksekutif dengan jumlah kursi hanya untuk 21 penumpang saja. Tentu saja, dia yakin Euroliner berbadan tinggi ini sangat menjual untuk bisa menarik minat penumpang.



Hubungan baik Karoseri RS dan PT. ALS yang terjalin lebih dari 30 tahun, menjadi ajang menguji ketangguhan konstruksi baru dari karoseri yang berbasis di Nanggewer, Bogor ini. Karakter konstruksi yang ringan di satu sisi sering diartikan memiliki kapasitas angkut yang besar, di sisi yang lain juga kerap diragukan kekuatannya.

Bersama PT. ALS, ketangguhan Euroliner seri SHD yang berbadan tinggi langsung diuji. Melewati jalan lintas Sumatera yang terkenal ekstrim, berkelok-kelok, kontur tanjakan dan turunan yang tajam, serta sulit diprediksi tentu membuat badan bus seperti diperas. Tahan berapa lama ya? (naskah : mai/foto: mai)
 
 
Space Iklan

Rp. 0,00

2008 MAN Noge Titanium 12.8

Rp. 119.000.000,00

Iris Bus Daily 40C14, 3.0TDi 17 seat minibus

Rp. 99.000.000,00

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Wisata    |   Iklan   |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013