Jumat, 18 April 2014
Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
SEMANGAT BARU BERSAMA VIERO
 
22 Mei 2012


(Jakarta – haltebus.com)
Dunia industri bus Indonesia selama kurun lima tahun terakhir disemarakkan oleh model-model baru yang dirilis karoseri pembuat bus. Sayangnya, sebagian besar model yang dirilis untuk bus-bus berukuran besar, bukan untuk bus sedang berkapasitas 30 penumpang. Secara diam-diam, ternyata Karoseri Rahayu Santosa memberikan kejutan di sektor medium bus ini. “Sejak tahun 2009, kami tidak membuat model baru. Model terakhir kami adalah Virago G,” ujar Product Manager Karoseri Rahayu Santosa kepada haltebus.com Senin (14/5) lalu.

Karoseri pembuat bus yang kerap disingkat RS ini melahirkan Viero untuk kelas bus sedang. Bus pertama dirilis Sabtu (12/05) untuk PO MTrans, yang berbasis di Bali. Untuk kedua kalinya perusahaan bus yang bergerak di sektor wisata itu mendapat kesempatan mencicipi produk baru RS.

Menurut Gunadi, ada banyak perubahan yang mereka lakukan untuk merancang Viero. Dia menjelaskan, perubahan konstruksi menjadi target utama pembenahan produk RS. Hal ini sudah dilakukan untuk produk bus besar dengan model Euroliner, sedangkan untuk bus sedang dimulai pada Viero.

Perubahan dari sisi konstruksi mudah terlihat jika kita memperhatikan Viero secara menyeluruh. Meski beberapa bagian bus masih mengadopsi Virago, Viero terlihat ramping dengan didukung desain yang manis pada bagian depan dan belakang bus. Lampu depan menggunakan lampu yang tengah menjadi tren model bus saat ini. “Untuk Viero perubahannya cukup banyak. Mulai konstruksi, interior, pokoknya totaly different. Semua konsep dan masukan dari customer, yang kami anggap sebagai keinginan pasar, ada pada Viero,” kata Gunadi setengah berpromosi.

Ciri khas RS yang mengusung konsep kokoh dan elegan, sedikit tereduksi dengan Viero yang terlihat ramping. Apalagi unit pertama ini dibalut warna hitam dan kombinasi merah. Selama ini untuk model Virago, kesan tampilan bus besar sangat menonjol. Jika tak terbiasa memperhatikan bentuk bus, kita mudah terkecoh dengan Virago yang sepintas terlihat seukuran dengan bus besar, hanya panjang bus saja yang bisa membedakannya. Guratan Virago yang menjadi ciri khas produk RS terlihat di sisi belakang. Kaca belakang yang lebar dan cowl yang berkesan kokoh dihiasi lampu belakang yang ramping. Lampu memanjang dan sedikit melengkung, terlihat serasi dengan ‘wajah’ belakang bus.

Di sisi interior, kabin penumpang terasa lapang dengan kaca yang proporsional. Material pelapis kabin juga cukup diperhatikan sebagai bus pertama. Pelapis langit-langit berwarna coklat susu senada dengan lantai yang dilapisi karpet bermotif kayu.

Pada kebanyakan produk bus wisata, keleluasaan pandangan sangat diutamakan. Karena itu, asesoris yang biasa terpasang pada kaca pertama di sisi kiri kiri-kanan Viero tidak ada sama sekali. Sebagai gantinya, tim desainer RS menempatkan asesoris ber-aksen lengkung yang menonjol di bawah kaca pertama di sisi kiri-kanan.

Gunadi dan tim produksi RS memang sengaja membuat tampilan yang berbeda pada Viero. Intinya, mereka ingin membuat bus yang memiliki konstruksi yang baik dan kuat, nyaman serta tanpa mengabaikan kesederhanaan dan proporsionalitas bus. Ide yang agak rumit itu bisa terwujud dalam bus yang sederhana dan elegan. “Selama tiga tahun untuk desain bus Virago kami hanya melakukan perubahan wajah. Kami menjawab pelanggan kami dengan Viero,” katanya.

Manajer Operasional MTrans, Rozi Yulianto mengaku mendapat tawaran menarik dari RS untuk menjadi yang pertama mencicipi model terbaru. Setelah merasakan Euroliner, lewat sepekan lalu dia membawa sendiri unit pertama Viero berbasis Mitsubishi FE 84G BC 136PS itu ke Bali. “Handlingnya mantab Viero, gak goyang dan gak ada bunyi-bunyian,” ujar dia sambil menyebut Virago sebagai pembandingnya.

Kualitas Viero, kata dia, lebih baik dibandingkan dengan Virago dari sisi konstruksi, tampilan dan interiornya. Rozi mengakui ada perubahan yang dia rasakan pada produk RS. Dia menilai, saat membawa unit pertama Euroliner milik Mtrans, stabilitas bodi cukup baik. Padahal chassis bus dipotong ala space frame, untuk memberikan ruang bagasi yang luas.

Setelah sekian lama tak membuat bus model baru, karoseri RS mulai bangkit mengejar ketertinggalan. Di awali New Celcius, Euroliner dan kini Viero. Dalam suatu kesempatan, Direktur Utama Karoseri Rahayu Santosa, Harris Muljadi mengakui pihaknya tengah berbenah. “Kami ingin saat diproduksi nanti, model-model yang kami rilis memiliki kualitas yang baik,” kata dia.

Rupanya Herry, sapaan akrab Harris Muljadi, sadar betul pentingnya kualitas saat produk mereka diproduksi secara massal. Merilis sebuah produk secara diam-diam, kata dia, menjadi strategi untuk mengetahui respon pasar secara alami sekaligus terus melakukan perbaikan. Maklum, saat sebuah produk dibuat dalam jumlah banyak secara bersamaan sering kali kualitas terabaikan. Terutama dari sisi kerapian interior yang membutuhkan kecermatan tersendiri. Semangat itu belum pudar dari RS. (naskah : mai/foto: mai/dok RS)
 
 
Space Iklan

2008 MAN Noge Titanium 12.8

Rp. 119.000.000,00

Iris Bus Daily 40C14, 3.0TDi 17 seat minibus

Rp. 99.000.000,00

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Wisata    |   Iklan   |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013