Sabtu, 20 Desember 2014
Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
SKYLINER BARU, TERLAHIR SEBAGAI BUS PREMIUM
 
10 Oktober 2012


(Jakarta – haltebus.com)
Pameran Indonesia International Motor Show ke-20 di Kemayoran, Jakarta Pusat telah usai dua pekan lalu. Namun, bukan berarti selesai pula pekerjaan bagi Karoseri Rahayu Santosa. Model bus terbaru mereka, Skyliner yang diperkenalkan pada ajang IIMS mulai mendapat respon. “Untuk tiga bulan ke depan, target kuota kami sudah terpenuhi, 15 unit Skyliner dalam proses dan siap diproduksi,” kata Direktur Teknik Karoseri Rahayu Santosa Suyono kepada haltebus.com, Senin (8/10/12).

Tahun ini adalah tahun perbaikan bagi karoseri yang berdiri lebih dari 40 tahun lalu di Bogor, Jabar. Setelah meluncurkan
Euroliner pada akhir 2011, kini mereka memperkenalkan Skyliner sebagai model bus teratasdari empat model yang diproduksi saat ini. Menurut Suyono, ini adalah bagian dari pembenahan internal mereka dalam dua tahun terakhir.

Dengan pembenahan ini, lanjut dia, ada empat kelas untuk bus besar dari satu untuk bus sedang.
Skyliner ada di kelas teratas, Premium, selanjutnya ada Euroliner di kelas Platinum, New Celsius di kelas Gold dan New Evolution di kelas Silver. Sedangkan untuk bus sedang, karoseri yang kerap disebut RS itu tinggal menyisakan Viero untuk produk unggulannya. “Line produksi kami benahi untuk memaksimalkan kualitas produk. Januari nanti kapasitas produksi Skyliner direncanakan bertambah secara bertahap,” kata Suyono.

Suyono berharap, dengan empat kelas produk yang mereka tawarkan, maka pelanggan bisa memilih produk berdasarkan harga sesuai dengan dana yang tersedia. Menurut dia, tiga kelas yakni
Premium, Platinum dan Gold cocok untuk memenuhi kebutuhan bus-bus eksekutif. Sedangkan Silver ditujukan untuk bus kota atau bus angkutan karyawan. Namun, dia menyebutkan, tidak menutup kemungkinan bus fitur di kelas Silver disamakan dengan bus-bus eksekutif.

Nama
Skyliner sebetulnya bukan nama baru bagi Karoseri RS. Nama ini pernah digunakan, saat bisnis transportasi bus mengalami masa kejayaannya di tahun 1990-an. Nama-nama yang pernah muncul di periode itu, kini dimunculkan lagi oleh Karoseri RS. Selain Skyliner ada pula Euroliner.

Apa keunggulan
Skyliner sehingga dikategorikan sebagai bus Premium? Direktur Utama RS, Harris Mulyadi menjelaskan secara khusus pada haltebus.com di sela-sela kesibukannya di IIMS 2012. Menurut dia, ada kondisi-kondisi tertentu yang hanya ditemukan di Skyliner. Pertama, hanya chassis bus dengan tipe spaceframe yang menyandang ’baju’ Skyliner. Kedua, model ini juga hanya ditujukan untuk chassis bersuspensi udara. Mengapa? “Kami ingin membuat bus yang berkelas, nyaman untuk penumpang, tanpa mengabaikan faktor keselamatan,” kata dia.

Herry, sapaan akrab Harris, mengajak haltebus.com mencermati satu per satu fitur-fitur yang menjadi nilai tambah. Chassis spaceframe untuk Skyliner, kata dia, tak lain agar bus memiliki bagasi yang lapang. Menurut dia, kelapangan bagasi bertambah karena Skyliner adalah bus berlantai tinggi. Tinggi ruang bagasi mencapai satu meter sehinga luas ruang bagasi keseluruhan mencapai 6,8 meter persegi.

Syarat
chassis bersuspensi udara buatan pabrikan juga terkait dengan label bus Premium yang disandang oleh Skyliner. Karoseri RS memang tak mau menambahkan fitur suspensi udara pada chassis non-suspensi udara dalam setiap bus yang mereka buat. Model baru ini sengaja dibuat untuk memenuhi kebutuhan pasar yang mulai dimasuki oleh chassis-chassis spaceframe yang dilengkapi suspensi udara. Setidaknya ada dua pabrikan yakni Mercedes-Benz dan Scania yang menawarkan chassis seperti itu.

Bus ini, lanjut Herry, dikhususkan sebagai bus yang sangat memperhatikan kenyamanan penumpang. Saat memasuki bus, anak tangga terasa lebih ramah. Tak perlu mengangkat tungkai kaki sebatas paha untuk naik ke dalam bus. “Coba perhatikan ini, bagaimana jarak kepala saya dengan plafon?,” ujar dia sambil menggerakkan tangan di atas kepala untuk menggambarkan jarak dengan plafon bus.




Masih di dalam kabin penumpang, Herry menunjukkan kelebihan lain dari bagasi di atas kursi. Jika dilihat sepintas, tak ada yang berbeda dari bus-bus lain. Namun saat penumpang mengarah ke tempat duduk, pria berkacamata ini menjamin penumpang kepala tak akan terbentur bagasi atas. Bagasi bertutup juga lebih lapang. Tidak ada sekat di bagasi atas dalam setiap pintunya sehingga penempatan barang jadi lebih mudah. Konsep
Skyliner, kata dia, sudah mengadopsi fitur-fitur bus di Eropa yang mengutamakan kenyamanan.

Salah satu contoh pentingnya kenyamanan adalah lampu kabin yang ditata lebih 'ramah' mata saat bepergian malam. Lampu malam ditempatkan di bawah kursi, sedangkan di bagian atas hanya ada di bagian tengah dan belakang. Lampu malam yang mengandalkan LED ini ditata menarik yang menyatu dengan desain ornamen/profil plafon. Namun, pengemudi harus berhati-hati jangan sampai salah pencet tombol karena masih ada lampu 11 warna yang berganti-ganti yang dipasang memanjang dari plafon depan hingga ke belakang. Pada bus yang dipamerkan, ada pula fitur menarik di bagian plafon, yakni jendela atas yang dibuat transparan.

Herry menambahkan, lantai bus juga dibuat tinggi untuk membuat penumpang bisa melihat situasi di luar dengan lapang. Tak hanya pemandangan di sisi kiri dan kanan bus, tetapi juga ke arah depan. Total tinggi bus mencapai 3,8 meter dan lebar 2,5 meter sehingga memungkinkan kelapangan diperoleh di dalam kabin penumpang.


Di sela-sela penjelasannya, Herry meminta salah seorang stafnya untuk berjongkok di depan bus. Dengan jarak tak lebih dari 1,5 meter, kepala pria yang berjongkok itu bisa dilihat dari tempat duduk pengemudi. Menurut dia, hal ini disebabkan karena desain dashboard melandai di bagian terjauh di sebelah kiri pengemudi sehingga jangkauan pandangan ke bawah semakin luas. Kabin pengemudi dirancang agar pengemudi bisa nyaman dalam mengemudikan bus. Pandangan pengemudi saat mengemudikan bus harus leluasa ke sisi kiri-kanan dan bawah bus. Ada pula fitur ‘wajib’, yakni kamera yang diletakkan di belakang bus sehingga pengemudi juga mengetahui situasi di belakang saat memarkirkan bus. “Spion bus sengaja kami buat rendah agar konsentrasi pengemudi terjaga. Tak perlu menengadah saat melihat spion, ada kamera juga di belakang untuk memudahkan saat parkir,” katanya.

Secara garis besar, penampilan luar Skyliner memang cukup tinggi, ini bisa dilihat dari lebarnya lambung yang menjadi ciri khas bus-bus buatan RS. Kaca samping juga terlihat lebar, mempertegas bahwa bus itu berlantai tinggi. Di bagian depan, lampu model terbaru disematkan mengikuti kontur ’wajah’. Jika diperhatikan secara cermat, masih terlihat guratan ‘wajah’ Euroliner. di bagian belakang pun, lampu Euroliner juga disandang Skyliner. Hanya sedikit perubahan di bagian kaca belakang dan bumper untuk membedakan tampilan.

Penanggungjawab operasional PO Sinar Jaya, Tori Yunanto menilai apa yang ditawarkan oleh RS dengan Skyliner cukup menarik. Dari sisi model, kata dia, mayoritas karoseri yang ada saat ini cukup bersaing. Menurut dia, karoseri-karoseri di Indonesia berlomba-lomba menampilkan yang terbaik sehingga kualitas bus juga semakin baik. “Yang diuntungkan tentu saja pelanggan ya, karena semakin banyak model yang ditawarkan maka pilihan kami juga beragam, dan tentunya pelanggan bus kami juga ikut menikmatinya,” kata dia.(naskah : mai/ foto : mai)
 
 
Space Iklan

Rp. 0,00

2008 MAN Noge Titanium 12.8

Rp. 119.000.000,00

Iris Bus Daily 40C14, 3.0TDi 17 seat minibus

Rp. 99.000.000,00

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Wisata    |   Iklan   |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013