Sabtu, 26 Juli 2014
Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
JALAN RAYA MENJADI PENYEBAB KEMATIAN URUTAN DELAPAN DI DUNIA
 
10 Mei 2013


(Jakarta – haltebus.com)
Pekan ini adalah pekan keselamatan di jalan raya yang di canangkan World Health Organization (WHO). Tak banyak dari kita yang sadar, sesungguhnya data dunia yang tercatat dalam Global Status Report on Road Safety 2013 menunjukkan ada 1,24 juta orang meninggal setiap tahunnya karena kecelakaan di jalan raya. “Ini merupakan penyebab kematian tertinggi di urutan ke delapan di dunia. Diperkirakan tahun 2030, bila tidak dilakukan program pencegahan yang baik, maka kematian akibat kecelakaan di jalan raya akan menjadi penyebab kematian nomor lima di dunia,” demikian disampaikan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes, Tjandra Yoga Adhitama di Pontianak, seperti dalam rilis yang diterima haltebus.com, Rabu (8/5/13).


Mungkin anda sedikit bingung, mengapa seorang Dirjen Kemenkes berbicara soal keselamatan di jalan? Sejak Dekade Aksi Keselamatan di Jalan dicanangkan Presiden tahun lalu, Kementerian Kesehatan menjadi pemegang kendali utama program ini. Seperti diketahui, Dekade Aksi Keselamatan di Jalan (Decade of Action for Road Safety) atau DoA, diprakarsai oleh organisasi PBB yang membidangi kesehatan yakni WHO.

Tjandra menyebutkan, program pekan keselamatan di jalan adalah kegiatan penting, untuk mewujudkan tujuan Dekade Aksi Keselamatan Jalan. Menurut dia, kegiatan yang menyeluruh dan komprehensif lintas program dan sektor ini untuk menurunkan angka fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas baik secara nasional, regional, maupun global.

Dia menambahkan, data mudik lebaran Polri tahun 2012 mencatat sepanjang masa mudik lebaran terjadi 39.704 orang luka berat dan 128.312 orang luka ringan akibat kecelakaan lalu lintas. Secara global DoA menargetkan penurunan fatalitas korban dan cedera berat/serius sampai dengan tahun 2020 hingga 50 persen.

Menurut Tjandra, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2013 tentang Program Dekade Aksi Keselamatan Jalan. Instruksi ini memuat garis besar apa yang ditargetkan dalam Dekade Aksi Keselamatan Jalan di Indonesia.

Lalu kelompok usia mana yang rentan menjadi korban kecelakaan? Data dunia, lanjut Tjandra, menunjukkan kecelakaan di jalan raya merupakan penyebab kematian utama pada anak muda berusia 15 – 29 tahun. Berdasarkan data Kepolisian, pada tahun 2010, kasus kecelakaan di jalan tertinggi melibatkan kelompok usia 15 – 19 tahun (16.7%), dan jenis kendaraan terbanyak yang terlibat kecelakaan adalah sepeda motor sebanyak 75%. “Pengguna jalan usia muda terutama siswa sekolah merupakan kelompok yang rawan mengalami kecelakaan baik sebagai pejalan kaki, pengendara sepeda maupun pengendara sepeda motor, mengingat tingginya mobilitas siswa terutama saat jam berangkat dan pulang sekolah,” kata dia.

Kegiatan pekan keselamatan tahun ini, menurut Tjandra, secara khusus tahun ini difokuskan pada kampanye dan promosi kesehatan, keamanan, dan keselamatan di jalan kepada anak usia sekolah. Dia mengatakan, anak usia sekolah perlu mendapatkan pendidikan tentang keamanan dan keselamatan berlalu-lintas sejak dini, dengan membekali pengetahuan dan peraturan lalu lintas pada usia sekolah sehingga dapat menumbuhkan kesadaran tertib dan disiplin berlalu-lintas. Dia berharap kesadaran ini menjadi membudaya di masyarakat.

Menurut Tjandra, ada 20 item yang dikampanyekan Kementerian Kesehatan pada tahun 2013 ini. Hal yang paling penting dikampanyekan, kata dia, adalah patuhilah aturan dan rambu-rambu lalu lintas. Selalu memeriksa kendaraan sebelum melakukan perjalanan jauh, antisipasi situasi saat berkendara, hindari minum-minuman keras dan mengantuk saat berkendara dan lain-lain.

Secara umum, Tjandra menjelaskan, target jangka menengah program keselamatan di jalan raya meliputi : peningkatan kesadaran masyarakat, pengendalian faktor risiko, respon atas kecelakaan dengan cepat, jaminan keselamatan pejalan kaki, mutu kendaraan dan jalan dan penegakan aturan. “Ini merupakan masalah kesehatan yang sangat penting, kesakitan dan kematian yang terjadi sebenarmya dapat dicegah, dan keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujar dia.(naskah: mai/foto ilustrasi : mai)
 

Yang harus diperhatikan saat berada di jalan raya :

1. Patuhilah aturan dan rambu-rambu lalu lintas

2. Menyeberang di tempat penyeberangan (jembatan penyeberangan atau zebra cross)

3. Pejalan kaki agar berjalan di tempat yang disediakan dan aman

4. Melihat ke kanan dan ke kiri sebelum menyeberang

5. Selalu konsentrasi dan beri tanda bila menyeberang

6. Pastikan pejalan kaki terlihat pengendara, terutama di malam hari

7. Pastikan kendaraan dalam kondisi yang baik

8. Selalu menggunakan helm yang terstandar saat naik sepeda/sepeda motor

9. Selalu memasang sabuk keselamatan saat naik mobil

10. Jaga kecepatan yang wajar saat berkendara

11. Hindari berkendara saat mengantuk/kurang tidur

12. Hindari berkendara saat lelah

13. Hindari berkendara saat stress

14. Hindari berkendara saat kondisi tubuh tidak sehat

15. Hindari berkendara setelah minum obat yang membuat kantuk

16. Hindari minum minuman keras sebelum mengemudi

17. Hindari membawa beban atau orang melebihi kapasitas kendaraan

18. Berhati-hati bila berkendara saat cuaca buruk

19. Beristirahatlah jika mengantuk atau kelelahan saat mengemudi

20. Cek kelengkapan kendaraan sebelum berkendara

Sumber : Tjandra Yoga Aditama
 
 
Space Iklan

Rp. 0,00

2008 MAN Noge Titanium 12.8

Rp. 119.000.000,00

Iris Bus Daily 40C14, 3.0TDi 17 seat minibus

Rp. 99.000.000,00

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
     
Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Wisata    |   Iklan   |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013