Sabtu, 21 September 2019 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
BUS DENGAN TRANSMISI MEWAH DI PANTAI BARAT SUMATERA
 
25 Desember 2014


(Bengkulu – haltebus.com) Kendaraan yang dilengkapi transmisi otomatis identik dengan kendaraan mewah. Keunggulannya yang memudahkan pengemudi menjadi tawaran menarik. Meski terbilang mahal ternyata tak menghalangi PO. Siliwangi Antar Nusa (SAN) untuk menguji kemampuan bus automated-transmission Scania K360IB-4x2 di jalur yang mereka layani, Jakarta – Bengkulu. “Perkembangan teknologi tak bisa kita abaikan, mau tidak mau kami harus mengikutinya. Kami coba teknologi Scania K360IB-4x2 dengan Opticruise Transmission ini,” kata pimpinan PO. SAN, Hasanuddin Adnan, kepada haltebus.com, Minggu (21/12/14) di kantornya, di Bengkulu.

Apa yang dilakukan PO. SAN tergolong nekat, sebab teknologi yang ditawarkan tak sebanding dengan medan yang dilalui. Sepanjang perjalanan, Lampung - Bengkulu puluhan lubang di ruas jalan lebih dari 400 Km menghadang bus seharga tak kurang dari Rp. 1,8 miliar itu. Lubang-lubang mirip jerawat terbentang diantara jalan-jalan yang dihiasi kelokan tajam serta curamnya tanjakan dan turunan.

Hasanuddin yakin dengan pilihannya, hanya demi menambah wawasan jajaran manajemen dan kru teknis yang mendukung operasional perusahaan yang didirikannya. Perhitungannya sederhana saja. Dengan jalan menanjak dan menurun, yang dibutuhkannya adalah bus bertenaga besar, suspensi nyaman yang mampu melahap lubang-lubang di jalan serta nyaman untuk penumpang dan tentu saja bisa effesien. Teknologi terbaru yang cocok untuk lintasan pesisir Barat Sumatera pun dijajaki. “Kami coba membuktikan apa yang ditawarkan Scania untuk kami, saat ini kami mengoperasikan empat bus Scania tiga diantaranya transmisi manual comfort-shift,” kata dia.

Teknologi transmisi semi-otomatis yang biasa disebut Opticruise Transmission oleh Scania ini cukup menggoda. Sangat dekat dengan apa yang dilakukan Hasanuddin sehari-hari. Kontrol elektroniknya bisa menampilkan data yang relatif lengkap. Ada informasi konsumsi bahan bakar, umur kanvas rem, kanvas kopling, perilaku pengemudi terkait pengereman dan saat pengemudi menginjak pedal gas. “Kami menghadirkan transmisi otomatis agar pelaku usaha transportasi bus bisa profitable,” kata Sales Engineer, PT. United Tractors yang membawahi Scania, Mochamad As’at.

Menurut As’at fitur-fitur yang bisa ditampilkan di panel instrumen akan merekam dan menilai perilaku pengemudi secara menyeluruh selama perjalanan. Data yang terekam lalu disajikan dalam layar berbahasa Indonesia dengan empat parameter. Ada rekaman pemilihan gigi yang juga terkait putaran mesin, antisipasi pengemudi terhadap situasi jalan, pengendalian bus di tanjakan, serta kerja sistem pengereman.

Keempat faktor itu, lanjut dia, berpengaruh pada kinerja konsumsi bahan bakar selama bus beroperasi. Ada pula indikator yang menunjukkan berapa lama mesin bekerja sejak pertama dihidupkan di awal perekaman hingga perekaman berakhir. Prinsipnya, menurut dia, target bahan bakar ekonomis, pengendalian yang membuat penumpang nyaman dan aman selama perjalanan serta suku cadang menjadi lebih awet seperti kanvas rem dan kopling, yang didambakan pengusaha bus mudah tercapai.

 

Menurut As’at, transmisi Opticruise membantu pengemudi lebih cepat menyesuaikan karakter mesin Scania DC13 108 Euro 3 bertorsi besar pada putaran mesin yang rendah. “Opticruise sangat user friendly. Masa adaptasi yang singkat akan mengurangi kerusakan prematur akibat peralihan kebiasaan pengemudi bus yang sebelumnya kerap mengoperasikan transmisi manual,” ujarnya lagi.

Yang lebih memudahkan lagi, transmisi yang masuk dalam sistem kendali pintar ini dapat merekam data yang diinginkan pengemudi. Dalam satu waktu tertentu rekaman data bisa diaktifkan sehingga bus bisa melaju otomatis tanpa injakan pedal gas. Cukup dengan pengendalian kecepatan di tombol yang ada di roda kemudi, yang dikenal dengan Cruise Control.  Ada pula fitur Down-hill Speed Control yang prinsip kerjanya sama dengan Cruise Control untuk mengatur laju kendaraan tanpa harus menginjak pedal gas dan rem saat bus melalui di jalan menanjak dan menurun. Kedua fitur ini bekerja dalam satu kesatuan sehingga keselamatan perjalanan bisa terjaga.

Kepala Mekanik PO. SAN, M. Abdul Rahman mengaku tidak sulit untuk beradaptasi dengan transmisi Opticruise Scania K360IB-4x2. Menurut dia, dengan pengendalian yang tepat, tenaga 360HP dari mesin 13 liter itu bisa dioptimalkan saat melahap tanjakan ekstrem di pesisir Barat Sumatera. Pada kondisi tertentu di jalan menanjak, fitur hill-hold (penahan di jalan menanjak) memudahkan pengemudi mengatur momentum tenaga yang diperlukan saat mendaki. Sementara fitur retarder juga ikut membantu pengereman tanpa harus sering menginjak pedal rem di jalan menurun. “Kami memang selalu menekankan pengemudi kami untuk memperhatikan putaran mesin, posisi persneling dan momentum perpindahannya agar tingkat konsumsi bahan bakar bisa rendah,” katanya.

Bagaimana keandalannya fitur-fitur ini? Selama perjalanan Jakarta – Bengkulu sejauh 815,3 Km, akhir pekan lalu, konsumsi bahan bakar yang tercapai yakni 2,38 Km/liter. Idealnya PO. SAN menargetkan effesiensi bahan bakar hingga 3 Km/liter. Angka 2,38 Km/liter cukup moderat mengingat perjalanan itu ditempuh selama 28 jam dan pengemudi masih dalam tahap adaptasi. Tingkat kesulitan jalan yang cukup tinggi dalam kondisi bus terisi 38 penumpang dan empat kru serta ruang bagasi yang penuh ikut berpengaruh. Hasilnya, kemampuan pengendalian bus dari dua pengemudi PO. SAN mencapai 68 persen.

Jika di bedah lagi, skor dua pengemudi yang bergantian mengendalikan bus hanya mendapat satu item skor terendah yakni 31 persen untuk jalan naik-turun. Sementara konsisitensi menjaga putaran mesin di 1500 RPM dinilai 100 persen, memaksimalkan penggunaan retarder untuk mengurangi kecepatan dinilai 90 persen. Pengaturan jarak antar kendaraan saat pengereman dinilai 50 persen.

Chassis Scania K360IB-4x2 menjadi wahana baru Hasanuddin Adnan dalam mencapai titik operasional PO. SAN yang optimal. Selama 10 tahun terakhir, operator bus yang berbasis di Bengkulu ini selalu mencari inovasi baru demi mempertahankan kelangsungan hidupnya. Seperti motto yang dipegang kakek delapan cucu ini : Dancing in change, menari dalam perubahan.(Naskah : mai/foto : mai)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013