Minggu, 23 September 2018 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
HINO RN 285 AT SIAP RAMAIKAN PASAR BUS PARIWISATA
 
09 Juli 2018


(Jakarta – haltebus.com) PT. Hino Motors Sales Indonesia menyiapkan jurus baru untuk mempertahankan posisi penjualan tertinggi untuk chassis bus di Indonesia. Tak mau ketinggalan teknologi, mulai Semester II tahun 2018 ini Hino menyiapkan bus bertransmisi otomatis untuk menyasar pasar bus pariwisata. “Pada Pameran GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show) nanti kami akan memamerkan Hino RN 285 AT, bus dengan transmisi otomatis di booth kami,” ujar Presiden Direktur PT. HMSI, Hiroo Kayanoki, pertengahan Juni lalu.

Kayanoki mengungkapkan Hino RN 285 AT yang akan dipamerkan sudah dilengkapi dengan full air-brake, suspensi udara dan transmisi otomatis. Hinor RN 285 AT adalah produk bus terbaru dari Hino yang diperkenalkan di penghujung tahun 2017 ini.

Direktur Penjualan dan Promosi PT. HMSI, Santiko Wardoyo mengungkapkan, hadirnya Hino RN 285 AT di pasar bus pariwisata. Dia berharap, kehadiran model bus bertransmisi otomatis bisa menopang angka penjualan bus yang kini masih dikuasai oleh Hino R-260. “Pada periode Januari-Mei 2018 penjualan bus Hino 261 unit, naik lima persen disbanding pada periode yang sama, Januari-Mei 2017 sekitar 589 unit,” katanya.

  

Santiko mengungkapkan, secara total setiap tahunnya penjualan bus di Indonesia hanya berkisar tujuh sampai delapan persen dari angka penjualan kendaraan komersial. Di ceruk tersebut, Hino mendominasi penjualan dari beberapa model bus yang ditawarkan. Mulai bus medium Dutro FB 130, FC 190 dan A-215 untuk bus bermesin depan serta R-260 dan RN-285 untuk bus bermesin belakang.

Dalam kesempatan itu, Santiko tak menampik anggapan, jika Hino RN 285 AT dihadirkan ke pasar bus di Indonesia untuk kebutuhan pariwisata terkait dengan tren bus di masa mendatang. Seiring dengan perkembangan infrastruktur jalan tol, fungsi transmisi otomatis akan lebih efektif dibandingkan transmisi manual. Hino RN 285 AT sendiri adalah pengembangan dari Hino RN 285 berpersneling manual ZF 6S1000BD yang diganti dengan transmisi otomatis Allison T325R yang responsif.


Hino RN 285 baik yang bertransmisi manual maupun yang otomatis memiliki karakter yang sama. Menjadi bus premium tingkat awal (entry level) dengan fitur bersuspensi udara. Hanya saja pada RN 285 AT fitur transmisinya lebih tinggi lagi dengan ditanamnya transmisi otomatis. Fitur full air-brake dan exhaust brake pada Hino RN 285, dilengkapi lagi oleh retarder dan auto-break adjuster pada Hino RN 285 AT.

Sementara itu Head of Product Planning PT. HMSI, Prasetyo Adi Yudho menjelaskan, produk Hino RN 285 AT ini mulai diperkenalkan untuk pasar bus pariwisata. Pada saat diperkenalkan perdana pada akhir tahun 2017 lalu, Prasetyo menyebutkan RN 285 AT diposisikan untuk mengisi pasar bus kota terlebih dahulu. Menurut dia, jika diperlukan spesifikasi yang sudah ada disesuaikan untuk pasar bus yang lebih luas.



Kini, Hino melebarkan penetrasi pasar untuk Hino RN 285 AT yang belum benar-benar resmi diluncurkan untuk bus pariwisata. Apakah perluasan pasar ini karena belum ada respon untuk pasar bus perkotaan, seperti halnya yang terjadi pada bus Hino CNG yang sudah diluncurkan pada tahun 2015 lalu? “Kami pada dasarnya siap saja untuk permintaan bus perkotaan, baik bus CNG, bus diesel solar, ada juga yang sudah bersuspensi udara dan kini ada bus bersuspensi udara dengan transmisi otomatis,” ujar Santiko Wardoyo diplomatis.

Meski Hino R-260 laris di pasaran, Santiko optimistis Hino RN 285 dan RN 285 AT akan mendapat tempat di pasar Indonesia. Menjawab pertanyaan terkait tren bus berlantai tinggi yang kini tengah menjadi arus utama model bus di Indonesia Prasetyo menegaskan, PT. HMSI tidak merekomendasikan Hino RN 285 AT ini diaplikasikan untuk bus berlantai tinggi. Menurut dia, ada beberapa pertimbangan yang melatari. “Bus berlantai tinggi harus memperhatikan center of gravity. Kedua, posisi dan konfigurasi suspensi udara bus RN 285 maupun RN 285 AT ini tidak memungkinkan untuk diaplikasikan pada bus tinggi,” katanya.

Menurut Santiko, Hino berencana memperluas jangkauan pasar sekaligus mendekatkan diri pada kebutuhan pelanggannya. Dia berharap infrastruktur yang tengah didorong pemerintah, bisa berdampak positif bagi industri kendaraan komersial. (naskah : mai/foto : mai/dok. haltebus.com)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013