Senin, 18 Desember 2017 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
POINTER, TITIK AWAL KEBANGKITAN TRIJAYA UNION
 
21 Agustus 2011


(Jakarta – haltebus.com) Siapa yang tak mengenal Trijaya Union. Perusahaan karoseri bus ini berdiri sejak tahun 1978 dan merakit serta memproduksi chassis dan bus utuh Mitsubishi hingga awal 2000-an. Tahun ini, karoseri itu bangkit dari tidur panjangnya. ”Kami memperkenalkan Pointer, artinya teguh pada tujuan, sebagai model terbaru tahun ini,” ujar Direktur Operasional Trijaya Union, Helmi Gunadi kepada haltebus.com,Selasa (16/8/11)

Model ini memperkenalkan desain dengan pola baru dengan beberapa garis lengkung pada bodinya. Menurut Gunadi, boleh dibilang Pointer mendobrak pakem Trijaya Union yang dulu dikenal dengan bentuk kotak. Diluncurkan pada Mei 2011, tidak sedikit pelanggan Trijaya Union yang berminat untuk dibuatkan model ini.

Jika dilihat sekilas, eksterior depan dan belakang bus mirip dengan model dari beberapa karoseri lain. ”Perlu kerja keras untuk melakukan hal yang baru, apalagi desain bus saat ini masih tergantung dari bentuk lampu belakang dan lampu depan yang banyak beredar di pasaran,” kata Gunadi.



Dari sisi interior, ciri khas Trijaya Union masih tetap melekat, sederhana tetapi rapi dari sisi pengerjaannya. Ini terlihat dari plafon dan bagasi atas pada kabin penumpangnya. Menurut Gunadi, beberapa tahun terakhir karoseri yang dipimpinnya kerap diidentikkan dengan spesialis bus karyawan. Namun, bukan berarti tidak bisa menggarap bus-bus kelas eksekutif. Dan itu dibuktikan dengan lahirnya Pointer.


Salah satu unit dari tahap pertama produksi Pointer di bulan Mei lalu adalah bus pariwisata kelas eksekutif dengan desain pintu di tengah bodi. Bus yang dilengkapi toilet ini dibangun di atas chassis Hino.

Pointer lahir dari semangat yang kuat dari jajaran karoseri untuk bangkit. Trijaya Union periode 1978 – 2002 pernah menjadi produsen bus Mitsubishi. Meski memiliki kapasitas terpasang 100 unit perbulan atau 1200 unit per tahun, di masa jayanya karoseri ini memproduksi minimal 60 unit per bulan.

Gunadi menjelaskan, karoserinya sempat terguncang saat krisis akhir 1990-an, dan krisis kedua mereka alami saat Mitsubishi menghentikan perakitan bus di Indonesia. Namun, keadaan berubah dalam kurun dua tahun terakhir. Sejumlah PO memercayakan pembuatan dan perbaikan bodi armada busnya pada Trijaya Union. Kepercayaan ini yang membuat semangat mereka terpacu untuk membuat model baru sejak diterpa krisis akhir 1990-an.



Menurut Gunadi, Pointer bukanlah model pertama yang mereka buat paska krisis. Di tahun 2007-2010, ada model Prabu. Salah satunya yang dibangun di atas chassis Mercedes-Benz. Sayangnya model ini kurang dikenal. Padahal, dilihat dari sisi eksterior Prabu tidak kalah dari kreasi karoseri lain. ”Memang kami tak sepenuhnya mengembangkan model yang kami buat saat itu, lebih terkonsentrasi pada memenuhi selera pelanggan,” kata dia

Dengan modal keyakinan dan strategi pemasaran, Gunadi optimistis Trijaya Union bisa memproduksi bus mendekati masa kejayaannya. (mai/foto-foto : mai-Trijaya Union)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Halte Manca    |   Sudut Halte    |   Profil    |   Halte Advertorial    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013