Minggu, 16 Mei 2021 Registrasi NewsLetter
User ID:     Password:  
MENU
 
 
MERAWAT MEGATREND AGAR TETAP JADI TREN
 
07 Agustus 2014


(Jakarta – haltebus.com)
Sebuah bus terparkir di garasi PO. Kurnia Jakarta di Jl. Radin Inten, Jakarta Timur, April lalu. Sosoknya yang merah marun terasa beda dari bus-bus lainnya. Dibalut Karoseri Laksana yang berpostur tinggi, tak kentara bus itu berlantai rendah. Bus ini baru saja berganti bodi yang ketiga kalinya setelah beroperasi sejak 1996. “Bus Mercedes-Benz tipe OH 1634-L memang kami pesan khusus tahun 1996, setelah kami ditawari oleh dealer  Mercedes-Benz, PT. Bintang Cosmos di Medan waktu itu,” kata pemilik PO. Kurnia, Anugerah dan Pusaka, Abdul Wahab Usman kepada haltebus.com pertengahan Juli lalu di Bogor.


Wahab saat ini tengah merehab seluruh bus Mercedes-Benz OH 1634-L miliknya secara bertahap. Menurut dia, 20 unit busnya berganti bodi sejak akhir tahun lalu. Bus-bus yang istimewa ini tak hanya disayang pemilik PO. Kurnia, Anugerah dan Pusaka (KAP) Grup itu, tetapi juga penumpang-penumpang setianya.

Menurut Wahab, awalnya tidak terpikirkan mereka membeli bus yang didatangkan dalam bentuk chassis Completely Built Up itu. Dari obrolan ringan dengan pihak dealer, akhirnya mereka sepakat mencoba mendatangkan delapan unit chassis OH 1634-L. Mendapat tanggapan poasitif dari pelanggannya, mereka menambah 12 unit chassis lagi. Total ada 20 unit bus OH 1634-L yang dimiliki KAP Grup. Mereka membangun bodi bus di Karoseri Rahayu Santosa. Model Setra dipilih karena tengah menjadi tren di pertengahan 1990-an.

Bus bersuspensi udara pertama di Indonesia yang dioperasikan oleh operator bus AKAP di Sumatera itu langsung menarik minat penumpang.
Edi Gunawan G misalnya, mengaku sempat menjadi pelanggan setia bus tipe ini. Tak sulit mencarinya karena hanya KAP Grup yang mengoperasikan Mercedes-Benz OH 1634-L di lintas Banda Aceh-Medan. Menurut dia, saat itu boleh dibilang OH 1634 milik KAP Grup menjadi primadona. Bukan hanya karena busnya yang baru, tetapi fitu-fitur yang dimilikinya cukup membuat nyaman perjalanan.

Menurut Edi, bus OH 1634-L selalu penuh penumpang setiap keberangkatan. Minimal dia harus memesannya dua hari sebelum keberangkatan. "Sangat nyaman, susupensinya empuk, tenaga mesinnya membuat bus melesat tak ada lawan. Banda Aceh-Medan bisa ditempuh sembilan jam, bahkan saya pernah tembus delapan jam. Bus lain 10 jam," katanya.




Maklum, bus-bus Mercedes-Benz yang beredar di masa itu hanya OH 1521, bus dengan tonase 15 ton dan bertenaga 210HP. Bandingkan dengan OH 1634-L yang bertonase 16 ton dengan 340HP ditopang mesin OM442A dengan konfigurasi V8 berkapasitas 11 liter. KAP Grup menamakan bus-bus spesial mereka dengan nama Megatrend. “Dulu almarhum adik saya yang kasih nama Megatrend. Eh, ternyata terkenal sebutan itu dan melekat di hati pelanggan kami,” kata Wahab sambil tersenyum.

Keistimewaan Mercedes-Benz OH 1634-L ini juga mengundang kagum Director of Sales Commercial Vehicle PT. Mercedes-Benz Indonesia, Olaf Petersen. Saat menyerahkan sertifikat untuk pembuatan Mercedes-Benz O 500 R-1836 untuk Karoseri Rahayu Santosa dia menyempatkan diri duduk di belakang kemudinya. “Sangat terawat, saya kagum ada operator bus yang bisa merawat bus sebaik ini,” kata dia.

Perawatan, menurut Wahab, hal yang paling utama dalam menjalankan bisnis transportasi bus miliknya. Menurut dia, kenyamanan penumpang bisa terjamin manakala perawatan bus diperhatikan dengan baik. Dia mengaku punya kiat khusus mempertahankan stamina bus yang telah berumur lebih dari 15 tahun itu. Rahasianya, menemukan suku cadang yang memiliki persamaan dengan suku cadang bawaan busnya. “Kami cari persamaan suku cadangnya, bukan berarti kami cari yang abal-abal. Kami mengganti suku cadang asli dengan kualitas yang sama dari Mercedes-Benz,” ujar dia.

Yang dimaksud persamaan adalah, Wahab mencari pengganti suku cadang dengan suku cadang yang sama kualitasnya. Biasanya dia menemukan suku cadang persamaan itu pada truk. Dia mencontohkan, untuk kanvas kopling mencari persamaan kanvas kopling truk. Harganya, lanjut dia, terpaut jauh harga suku cadang bus bisa empat bahkan tujuh kali lipat dibandingkan suku cadang truk. Cara ini bisa menghemat biaya perawatan tanpa mengurangi kualitas perawatan. Nyatanya, menurut pengakuan Wahab, belum ada masalah berarti dalam perawatan armadanya dengan cara penggantian suku cadang ini.



Mulai tahun lalu, KAP Grup juga menghadirkan kejutan untuk pelanggannya di lintas Banda Aceh – Medan. Bus-bus terbaru dengan fitur suspensi udara didatangkan. Tidak kurang dari 30 unit O 500 R-1836 siap mengaspal. Sumber haltebus.com menyebut KAP Grup juga memesan tipe terbaru Mercedes-Benz yang kerap disebut dengan OH 2542. Satu unit sudah selesai dibuat di sebuah Karoseri di Malang. PT. Mercedes-Benz Indonesia rencananya baru meluncurkan produk terbarunya bulan depan. (naskah : mai/ foto : mai/dok. Rahayu Santosa)
 
 

Home   |   Tentang Kami   |   Halte Berita    |   Profil    |   Sudut Halte    |   Halte Advertorial    |   Halte Manca    |   Halte Wisata    |   Hubungi Kami   |   Registrasi Newsletter
haltebus.com © Copyright 2011 - 2013