(Jakarta – haltebus.com) PT. Transjakarta menambah armada bus yang dimilikinya sendiri. Rabu (19/10/16), 100 unit bus Mercedes-Benz tipe OH-1526 diresmikan operasionalnya oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Ini adalah pembelian kedua oleh PT. Transjakarta, setelah 52 unit bus gandeng Scania K340IA/6×2*2 di tahun 2014. Sementara untuk penambahan armada baru adalah penambahan keempat. Sebelumnya ada 56 unit bus gandeng Scania Scania K340IA/6×2*2 milik PT. Mayasari Bakti dan 600 bus Hino R-260 bantuan Kemenhub yang dikelola PPD beroperasi tahun ini.
Menurut Budi, penambahan 100 unit bus melengkapi total keseluruhan armada bus Transjakarta baik yang dikelola sendiri maupun bersama operator menjadi 1.247 unit bus. Dia berharap secara bertahap penambahan ini bisa dimaksimalkan hingga mencapai target 3.000 unit bus di akhir tahun 2017. Dalam sambutannya, Budi menyebut akan menambah 300 unit bus low deck yang diharapkan beroperasi di pertengahan 2017. “Kami membeli 300 unit bus low deck, akhir tahun ini sudah mulai diproses, ditargetkan Juni tahun depan sudah bisa dikirim dan beroperasi,” katanya.


Bus-bus yang diresmikan oleh Basuki cukup beragam dari sisi corak dan tipe. Ada 10 bus khusus perempuan berwarna merah muda, 88 bus lainnya berwarna standar Transjakarta, dua sisanya menggunakan warna biru tua yang berbeda dan ada satu bus medium large yang terselip diantara bus-bus single itu. Masih ada juga bus-bus yang dipamerkan, diantaranya tiga unit bus low deck, dua unit Scania K250UB/4×2 dan satu unit Mercedes-Benz O 500 U-1726, lima unit bus Maxi Scania K310IB/6×2*4 dan empat unit bus tingkat Mercedes-Benz O 500 R-2542. Dua unit bus low deck Scania merupakan dua unit dari tiga unit bus sumbangan PT. United Tractors, Tbk.Meski penampilan bus terlihat sama, namun 100 unit bus baru ini dibuat oleh empat karoseri yang tergolong besar di Indonesia. Masing-masing karoseri membuat 25 unit bus. mereka yang terlibat adalah Karoseri Laksana, Karoseri Rahayu Santosa, Karoseri Tentrem dan Karoseri Trisakti. Sedangkan bus dipasok oleh dealer Mercedes-Benz, PT. Citrakarya Pranata.
Jejeran bus yang memanjang di Monas sepanjang hari kemarin membuat pengunjung kawasan Monas takjub, tak terkecuali Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Bersama PT. Transjakarta dan tamu undangan, dia melihat dari dekat bus-bus yang di parkir bersisian dan memanjang lebih dari 250 meter. Lima unit bus disiapkan PT. Transjakarta khusus untuk rombongan itu.

Usai keliling melihat bus-bus yang dibeli dari Dana Penyertaan Modal Pemprov DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Tiga kali keluar dan masuk ke dalam bus yang berbeda, dia terlihat melebarkan senyumannya dan melontarkan, “Nah seperti ini bagus busnya, nyaman.”Basuki mengapresiasi langkah Direksi PT. Transjakarta dalam pengadaan armada bus. Menurut dia, ada target penambahan warga Jakarta dan sekitarnya yang naik bus-bus Transjakarta. Jika saat ini angka pengguna bus Transjakarta masih sekitar 480 ribu orang per hari, dia berharap penambahan-penambahan berikutnya bisa meningkatkan pengguna bus Transjakarta sampai 1 juta orang per hari. “Semua rute kita kuasai, busnya kita ganti yang bagus. Cuma di Jakarta ini saja semua orang Jabodetabek bisa bayar 3.500 rupiah saja bisa keliling kemanapun,” kata dia.
Pemikiran Basuki sederhana saja, dia menginginkan warga Jakarta bahagia dan mudah bepergian dengan nyaman. Dia sengaja memilih bus berkelas dunia. Layanan transportasi juga dipermudah dengan Transjakarta care yang memudahkan disabilitas yang ingin menggunakan bus Transjakarta. Jika warga Jakarta bahagia, lanjut dia, tingkat harapan hidup meningkat dan angka warga Jakarta yang sakit bisa berkurang. Dia mengasumsikan, jika biaya pengobatan warga Jakarta berkurang Rp. 4 triliun, maka dana yang dihemat itu bisa dialihkan untuk keperluan lain, seperti transportasi misalnya.
Karena itu, dia bercita-cita menghadirkan bus-bus seperti yang ada di kota-kota di dunia. Sampai saat ini yang belum ada adalah bus bi-articulated, bus gandeng dengan dua titik sambungan. Bus gandeng yang ada di Transjakarta baru satu titik sambungan. Dia juga bercita-cita agar PT. Transjakarta juga menyediakan armada bus khusus yang dilengkapi sofa dan interior yang mewah untuk warga Jakarta kelas menengah atas.
Sementara itu anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) , Donny A. Saragih mengingatkan, PT. Transjakarta harus juga memperhatikan untuk masalah perawatan. Menurut dia, semakin armada bertambah, tingkat kompleksitas masalah perawatan juga perlu diperhatikan. “Saya berharap tidak sekedar menambah saja, kesiapan armada dan perawatannya sampai dimana? Masalah perawatan harus juga diperhatikan,” kata dia.
Menurut Donny, bus-bus bagus yang disebut Basuki sebagai bus kelas dunia belum menjamin kenyamanan bagi pengguna. Dia menyatakan, sebagus apapun busnya jika perawatannya tidak diperhatikan akan mudah rusak. Apalagi target pengguna bus Transakarta digenjot hingga satu juta orang per hari.

Anggota DTKJ dari unsur awak angkutan, Daryono menekankan pentingnya menyiapkan pengemudi bus yang andal seiring penambahan armada ini. Dia mengatakan, teknologi bus yang canggih akan sia-sia jika bus-bus itu dikemudikan secara serampangan. Menurut dia, pengemudi harus memahami karakter bus yang dioperasikan agar bus terjaga dengan baik. “Kemampuan pengemudi akan berpengaruh pada keawetan mesinnya. Kuncinya ada di kaki pengemudi. Pengalaman saya, melatih pengemudi tidaklah mudah,” ujarnya.Warga Jakarta kini sudah menikmati bus-bus Transjakarta yang nyaman. Menurut Budi Kaliwono, jajaran PT. Transjakarta tidak akan pernah berhenti meningkatkan kualitas pelayanan. “Kami akan terus melayani masyarakat lebih baik lagi,” ujar Budi menyakinkan. (naskah : mai/foto : mai)










